|
Sekkab: Tapal Batas Tunggu Kepastian Gub Dewan Dinilai Kaku |
|
|
|
|
Ditulis Oleh admin
|
|
Monday, 25 August 2008 |
Sekkab menjelaskan serangkaian upaya sudah dirintis Pemkab sejak tahun 2003 lalu. ‘’Kalau kita mau buka-bukaan, saat ini semua pihak sudah turut serta mempertegas batas wilayah. Mulai dari Wabup, Bupati bahkan hingga anggota DPRD Bengkulu Selatan. Tapi apa hasil yang didapat, batas kabupaten belum juga jelas,” terang Sekkab.
Bahkan Sekkab mengajak segenap anggota DPRD BS dan masyarakat mencermati kondisi yang ada. Dikatakan, sejumlah dana telah digelontorkan untuk menegaskan batas wilayah dengan Seluma dan Kaur. Bahkan Bupati BS H. Fauzan Djamil, SH dan Wabup Jani Hairin, SH sudah berulangkali melakukan koordinasi pada pemerintah pusat maupun dua kabupaten pemekaran tersebut. Tindakan yang sama juga diupayakan DPRD BS.
Bahkan, beberapa kali Pemkab dan DPRD BS telah melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat. Lagi-lagi, apa yang diharapkan belum tercapai. Akumulasi dari apa yang telah Pemkab diupayakan, akhirnya bermuara pada Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin, ST. Selaku kepala daerah, banyak harapan terbentang kepada putra daerah yang berasal dari Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan tersebut.
Namun sayang, sampai kemarin Gubernur belum mengkongkritkan penegasan batas wilayah. ‘’Mungkin, gubernur punya pandangan tersendiri. Mengapa penegasan batas wilayah belum menjadi prioritas dalam masa kepemimpinannya sampai saat ini,” ujar Sekkab.
Mengajak untuk lebih mensikapi persoalan yang dihadapi masyarakat kini, Sekkab menilai polemik seputar batas wilayah antara BS dengan Seluma dan Kaur merupakan ‘‘warisan’’ dari anggota DPRD BS periode sebelumnya. Tetapi yang terpenting saat ini adalah upaya memakmurkan masyarakat yang mayoritasnya menggantungkan hidup pada hasil produksi pertanian dan perkebunan. Diantaranya, sawit yang saat ini sudah mulai mengalami penurunan harga jual, karet hingga padi |