Sapi Kelompok Tani Jadi Korban Putas PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh admin   
Tuesday, 01 April 2008
Ketua kelompok tani Karya Bersama Luhin (40), mengungkapkan Sabtu petang sekitar pukul 17.00 WIB, seperti biasa empat ekor sapi milik kelompoknya telah berada di dalam kandang. Tapi menjelang pukul 21.00 WIB, Luhin baru menyadari bahwa tidak satupun sapi berada di kandang.

Tapi karena dia yang dipercayakan menjaga sapi, maka pencarianpun dilakukan dengan berjalan kaki. Dalam pencarian tersebut Luhin mengajak tiga anggota kelompok lainnya yakni Pinhar Budiman (32), Fery (25), dan Suhardin (30), dimana masing-masing membawa peralatan berupa senter dan parang.

Sekitar pukul 22.00 WIB, keempatnya menemukan sapi betina tergeletak di pinggir jalan Tanjung Sekam Dusun Pinju Layang Desa Suka Bandung, Kecamatan Pino Raya. Atau sekitar 2 km dari kediaman mereka. Jalan Tanjung Sekam tersebut, merupakan salah satu jalan alternatif melewati perkebunan yang melintasi Kompi C 144/JY.

‘’Melihat kondisi sapi yang sudah hampir mati, kami putuskan untuk disembelih ditempat,’’ ujar Luhin, saat diperiksa Briptu Robby Irawan.
Upaya pencarianpun terus dilakukan. Sekitar 15 meter kemudian kembali ditemukan sapi jantan, yang juga disembelih karena sudah hampir mati. Kedua ekor sapi itu bisa dikenali, karena ada tanda di telinga kanannya. Yakni dari plastik khusus warna biru dengan ketebalan sekitar 0,3 cm dengan empat angka.

Yakni 0493 untuk sapi betina dan 0499 untuk sapi jantan. Bersamaan, Luhin dan ketiga rekannya juga mendapati dua ekor sapi betina milik kelompoknya yang telah dicari-cari. ‘’Untunglah, dua ekor sapi ini masih sehat kemudian digiring pulang, ujar Suhardin saat diperiksa Bripda Honi Erwan Saputra.

Tak berapa lama, Pinhar pulang untuk mengambil motor. Atas peristiwa tersebut diputuskan agar Fery melaporkan kejadian pada perangkat desa setempat. Sedangkan dua rekannya yang lain, Luhin dan Suhardin menunggu ditempat. Tidak lama setelah Pinhar datang, satu unit sepeda motor ditumpangi tiga orang melintas. Tidak lama kemudian melintas satu unit sepeda motor lainnya yang juga ditumpangi tiga orang.

Sesaat kemudian, motor dihentikan dan satu orang diantaranya mendekati Pinhar yang saat itu berada didekat motornya BD 6130 P. Tanpa disangka, orang tidak dikenal tersebut langsung menempelkan pisau yang panjangnya sekitar 20 cm ke dada. Kemudian diarahkan ke leher Pinhar.

‘’Saat itu, saya diancam untuk menyerahkan motor. Bermaksud menyelamatkan diri, saya rubuhkan motor dan berlari ke semak-semak, ujar Pinhar saat diperiksa Briptu Robby Irawan.

Mendapati Pinhar berhasil melarikan diri, pria mistrius itu mulai mengeluarkan kata-kata kotor serta mengancam akan membakar motor atau menyerahkannya ke polisi. Tak berapa lama, kendaraan dibawa pergi oleh kawanan tidak dikenal yang berjumlah enam orang tersebut.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Drs. Urip Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Ananto Herlambang, SIK menegaskan, aksi terhadap sapi kelompok tani Karya Bersama memang sudah sering terjadi. Karenanya, pemilik hewan ternak diimbau untuk waspada dan menjaga hewan ternaknya.

 

Via Harianrakyatbengkulu

 
< Sebelumnya
Advertisement
Join us